Batutua Kharisma Bantah Bohongi Pemprov Maluku

Presiden Direktur PT. Batutua Kharisma Permai, Gerry Mbatemooy,  membantah telah membohongi Pemprov Maluku, terkait kegiatan eksplorasi pertambangan tembaga di Pulau Wetar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

"Kami masih melakukan ekplorasi dan tidak pernah membohongi Pemprov Maluku karena semua kegiatan pertambangan yang dilakukan sejak tahun 2009 telah dilaporkan setiap tiga bulan kepada Pemprov dan Dinas Energi sumber daya Mineral (ESDM) Maluku," kata Gerry Mbatemooy, di Ambon, Jumat.

Bantahan itu disampaikan Mbatemooy sehubungan laporan Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Komite Nasional Masyarakat Indonesia (KNMI) terkait pertambangan tembaga di Pulau Wetar ke Mabes Polri dan Polda Maluku.

Dia mengakui, sesuai Peraturan pemerintah (PP) No.75/2001 mengisyaratkan perusahaan pertambangan dapat melakukan uji coba teknologi penirisan dalam skala komersial.

Begitu pun UU Minerba No.4/2009 juga membenarkan perusahaan dalam tahap eksplorasi dapat mengangkut dan menjual hasil ujicoba ke pasar internasional sehingga dapat dilihat apakah produk tersebtu dapat diterima atau tidak di pasar internasional.

"Berdasarkan ketentuan di atas, maka kami menjual hasil eksplorasi tambang tembaga di Wetar ke pasaran internasional agar dapat diketahui reaksi pasar terhadap produknya," ujar Mbatemooy.

Dia pun mengakui, Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Kadis ESDM Maluku BRam Tomasoa maupun Pemkab MBD serta Dinas PU dan Pertambangan MBD, mengetahui dengan jelas setiap perkembangan kegiatan eksplorasi pertambangan yang dilakukan perusahaan itu.

"Saya juga yakin Presiden SBY yang selalu mendorong investasi di daerah akan mendukung kegiatan pertambangan yang dilakukan PT. Batutua Kharisma Permai, di mana investasi yang sudah kami lakukan saat ini sebesar 40 juta dolar AS dan akan ditingkatkan hingga mencapai 135 juta dolar saat pengerjaan konstruksi tambang," katanya.

Mbatemooy mengakui, perusahaan yang dipimpinnya itu juga telah mengantongi ijin produksi percobaan contoh tembaga hasil eksplorasi di Wetar dari Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB), Bitzael Silvester Temar No.544-717 tahun 2007 tertanggal 27 Desember 2007 lalu serta SK No.660-862/2007 tentang pemberian ijin produksi percobaan penirisan batuan tembaga non komersial kepada pemegang Kuasa Pertambangan (KP) eksplorasi kepada perusahaan itu.

Dia menandaskan, sedikitnya 2.200 ton tembaga murni hasil eksplorasi yang telah dijual ke pasaran internasional di Thailand, di mana terjual dengan harga 150 dolar Amerika Serikat (AS) per ton atau total 11 jual dolar AS.

Dia menandaskan, perusahaan yang berpatungan dengan investor asal Australia itu, memiliki kewenangan mengekplorasi 100 ribu ton batuan hasil ujicoba sistem penirisan sesuai SK Bupati MTB dan saat ini baru 80 persen yang dieksplorasi.

Mbatemooy juga menambahkan, bahwa pihaknya juga telah menyetor kewajibannya berupa royalti ke kas negara sebesar Rp4,43 miliar.

"Kewajiban membayar royalti ini sesuai dengan PP No.45/2003 tentang tarif atas penerimaan negara bukan pajak yang harus disetor sebelum dilakukan ujicoba penjualan tembaga murni asal wetar dilakukan.

"Jadi sekali lagi saya tegaskan bahwa PT. Batutua Kharisma Permai yang berpatungan dengan PT. Batu Tua Tembaga Raya, tidak melakukan pembohongan sama sekali, karena semua kegiatan eksplorasi dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku dan sepengetahuan Pemprov Maluku, Pemkab MTB dan MBD maupun instansi teknis terkait," tandasnya.