Sekelumit Tentang Kota Gottingen dan Georgia Augusta

Kota Gottingen merupakan salah satu kota tua di Jerman yang kaya dengan bangunan-bangunan tua bergaya Eropa. Berbagai suku bangsa bermukim di kota yang dibangun antara tahun 1150 dan tahun 1200 ini.

Kota Gottingen memiliki universitas yang terkenal yaitu Georgia Augusta atau Georg-August University, didirikan pada 1737 dan termasuk salah satu universitas paling diminati di Eropa dan lebih dikenal dengan nama Uni Gottingen.

Saat ini ada sekitar 24 000 orang mahasiswa dari berbagai negara belajar di universitas tersebut, mulai dari jenjang strata 1-3 (S1, S2, S3)

"Yang menarik, dua pertiga bangunan di kota ini adalah milik Georgia Augusta," kata Aphrodite Milana Sahusilawane, dosen Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dan peneliti yang sedang mengikuti program Sandwich-like Program di universitas tersebut, dalam surat elektronik yang dikirimkannya ke redaksi "Warta 4 Katong" (www.antaramaluku.com), belum lama ini.

Menurut dia, bila diamati secara seksama akan ditemukan tidak sedikit gedung milik universitas itu yang lokasinya berdekatan dengan pusat kota dan pertokoan.

Uni Gottingen memiliki motto "Untuk Kebaikan Semua" (For the Good of All atau dalam bahasa Jerman Zum Whole Aller).

Bidang studi pertamanya adalah hukum (1737-1837) dan pada masa itu Uni Gottingen masih dikenal dengan nama University of Law.

Kini, berbagai fakultas ada di Uni Gottingen, mulai dari yang berkenaan dengan ilmu sosial hingga eksakta dengan berbagai pusat kajian.

Berbagai Museum maupun perpustakaan milik Uni Gottingen, menurut Aphrodite, wajib dikunjungi karena memiliki kekayaan ilmu pengetahuan, buku dan jurnal dari berbagai penjuru dunia.

"Judul maupun jumlahnya sangat banyak, bisa ratusan ribu. Tapi suasana belajarnya nyaman sekali," katanya.

Diungkapkan pula, hal menarik dari Georgia Augusta atau Uni Gottingen adalah tradisi bagi setiap lulusan S3.

Ketika seseorang dinyatakan lulus, ia akan diarak oleh teman-temannya menuju sebuah patung gadis kecil yang terletak di depan balai kota lama (The Old Town House), berlokasi di tengah pusat pertokoan.

Selanjutnya, lulusan S3 tadi harus mencium patung itu dan meletakan seikat kembang.

Patung itu sendiri terkenal dengan nama “Ganseliesel fountain”.

Konon, menurut folklore di sana, dengan mencium patung tersebut berarti si sarjana S-3 suatu saat akan kembali ke Gottingen.  Di sisi lain, ia dapat menguasai ilmu pengetahuan.

"Ada banyak cerita tentang Gottingen dan akan saya kirimkan," demikian akhir surat elektronik Aphrodite Milana Sahusilawane, yang oleh mahasiswanya di Unpatti Ambon akrab disapa Ibu Non.